Sudah menghasilkan hampir 4000 alumni
Motto 5 T di bawah pohon rindangMATERI BLOG INI SEBAGIAN DIAMBIL DARI NASKAH UNTUK BUKU YANG AKAN DITERBITKAN. DIKUMPULKAN BERDASARKAN CERITA DARI MULUT KE MULUT. TEAM KAMI AKAN MENAMBAH POSTING, UNTUK MENELUSURI SEMUA SEJARAH NAMA KAMPUNG YANG ADA DI KOTA BELINYU. KOMENTAR YANG DIKIRIM PENGUNJUNG MELALUI CONTENT COMMENT, DILUAR TANGGUNG JAWAB KAMI. APABILA PENGUNJUNG MEMPUNYAI CERITA, LEGENDA TENTANG KOTA BELINYU, FOTO JADUL, KIRANYA DAPAT DIKIRIM KE REDAKSI ____guraping@yahoo.com____
Sudah menghasilkan hampir 4000 alumni
Motto 5 T di bawah pohon rindangDi gedung SD.70 inilah SMA Negeri pertama kali mengadakan proses belajar dan mengajar. Waktu sekolah di sore hari. SD.70 ini biasa di sebut SD "Aek Beruduk", karena dekat dengan Jembatan Aek Beruduk, Batutunu. Dulu di sebelah kiri gedung ini ada pabrik penggorengan kopi. Kadang aroma wangi kopi Belinyu "cap sedan" sampai ke ruang kelas, terutama sore hari.

Mantan Kepala SMA Negeri Belinyu. Bpk. Sulaiman Yusuf (kiri), adalah Kepala Sekolah SMA Negeri yang pertama, beliau salah satu perntis berdirinya SMA Negeri ini, waktu masih menggunakan gedung SD.70 Aek Beruduk. Pada saat itu beliau sebagai Staff Dep.Diknas Kec. Belinyu menjabat sebagai Penilik Sekolah (PS), yang biasa disebut Pak PS. Beliau menjadi kepala TU, yang juga kadang ikut mengajar kalau Guru tidak masuk. Guru-gurunya adalah para pejabat PT.Timah, Bpk. Ir.Alfadrji (Kepala Mantung), Dr.Rusdi (Dokter Puskesmas Kecamatan Belinyu) dan banyak lagi yang lain menjadi guru di SMA Negeri pada saat itu.
Bpk.Drs.Suhaimi Sulaiman (kanan, berkacamata) adalah Kepala Sekolah ke-2 setelah SMA Negeri resmi berdiri dan menempati Gedung yang ada sekarang ini.
Terima kasih kita ucapkan kepada beliau-beliau dan para guru, yang telah merintis hingga berdirinya SMA Negeri sampai dengan saat ini.
Pak Suhaimi, Pak Nastan (tengah) mengajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dan Pak Rubiman, Guru di SMA Negeri pada saat baru berdiri, beliau merangkap beberapa jabatan, baik sebagai Guru, Guru Pengganti, Bagian Pengajaran, Bagian Umum, dengan sabar membimbing dan mengajar murid-murid. Saat ini beliau sudah Pensiun.Pak Rani, salah seorang Guru Senior yang memberikan kesan dan kata sambutan.
Dibawah tenda biru, Tarian oleh anak-anak Belinyu, sebagai hiburan selingan.
Suasana setelah selesai reuni, bangku berserakan, cukup repot juga Panitia Pelaksana, namun acara ini dapat dikatakan sukses. Selamat kepada Panitia Reuni Akbar SMA N Belinyu ,Tanggal 4 Oktober 2008.
Tenda-tenda untuk undangan, setiap angkatan disediakan satu tenda
Salah satu sponsor acara Reuni SMAN Belinyu. "Telkom Flexi bukan telpon biasa"...kalau ngadat menjadi "Telkom Flexi....biasa... bukan telepon"
SISWA-SISWI SMAN Angk-1 (1982-1985)
Toyip Sunandar (Jkt) dan Zainal Umri (Bangka), adalah mantan ketua OSIS Angk-1 SMAN Belinyu
Achmad Maladi (Bangka), Toyip Sunandar (Jkt) Yuliandi (Ternate, Maluku Utara)
Marlan (Belinyu, Bangka)
Sarbaini (Jkt)
Patra (Belinyu Bangka), kini berprofesi sebagai Guru.
Saat ini kayu bakau yang ada di sungai Pasir, cuma tinggal sebesar ibu jari orang dewasa,namun itupun, habis disikat orang untuk digunakan sebagai kayu bakar.
Ada 3 Jenis Tanaman Bakau di Indonesia:
Dulunya di kiri kanan Sungai pasir di Belinyu, masih terdapat hutan bakau, yang cukup rapat dan subur. Selain kayunya dapat dimanfaatkan untuk kayu bakar, hutan bakau inipun menjadi habitat ular, burung dan kera
Pekerjaan menguliti dan memotong, serta menumpuk kayu bakau yang dilakukan Bu Sen bertahun-tahun dengan tekun di sekitar jembatan ini, seakan akan telah meng-kapling daerah sekitar situ menjadi wilayah personalnya. Yang pada akhirnya membuat masyarakat Belinyu menyebut jembatan/jeramba ini sebagai Jeramba Busen.
Seperti inilah cara Bu Sen mengolah kayu bakau, dipotong, dikuliti dan dijual
Dapat diperkirakan Bu Sen ini melaksanakan kegiatan “illegal logging” di Sungai Pasir dan membuat pangkalan kayu bakar di Jembatan itu sekitar paruh waktu tahun 1900-an. Demikian sejarah dan asal nama dari Jeramba Busen ini kami dapatkan lewat cerita dari mulut ke mulut tetua Belinyu.
Pasukan Heiho yang dibentuk Jepang
Ruarrr biasa..masih kecil-kecil sudah jadi tentara heh..
Pasukan Seinendan yang bersenjatakan bambu runcing
Peta kota Petaling, antara Pangkalpinang dan Puding Besar